Selasa, 04 Mei 2010

Empat Cara Memilih Calon Pendamping(sunnah Nabi)

Yang pertama : (lijamaliha) dari kecantikan atau ketampanannya
Betul kaaaan, kebanyakan jaman sekarang kan seperti itu. Tapi cantik dan tampan kan relative. Makanya jangan menjadi prioritas untuk memilih pasangan dari kecantikan atau ketampanannya saja. Okay……………

Yang kedua : ( limaliha ) dari kekayaannya or harta bendanya
Matre sih nggak, kalau memilih calon dari kekayaan kalau kita bercita-cita untuk memudahkan kita dan pasangan kita menuju jalan yang diridloi Allah SWT, misal untuk memantu membangun pembangunan Sekolah, Masjid, dan lain sebagainya. Tapi kalau hanya memilih karena kekayaannya saja, kita bisa-bisa dijadikan pembantu oleh pasangan kita, dan tidak berani tegas dalam memberikan bimbingan atau arahan kepadanya contoh kecil: “alah kamu kan nggak punya apa-apa sebelum menikah sama aku sekarang belagu, pake’ngatur-ngatur segala, kalau kamu masih begitu kita cerai saja!”. Jadi kekayaan bukan juga untuk diprioritaskan

Yang ketiga : ( linasabiha ) dari keturunannya
Yang ini nich…….. yang juga sering dicari orang, nyari calom mertua atau calon pendamping yang dari keturunan berkelas, dari bangsawan/ ningrat, tokoh masyarakat, pejabat ………, itu bagus kalau kita bisa menempatkan diri, mungkin agar kita disegani orang sehingga omongan kita akan diperhatikan oleh masyarakat dan biasanya kalau dari keturunan yang baik dia kan baik juga………….., ibunya aja cantik apa lagi anaknya he..he……
Tetapi ngga’ juga bisa di jadikan pilihan utama ya kalau mereka juga tidak mencari yang sederajat dengan mereka, bisa-bisa kita hanya sakit hati dibuatnya.

Yang kempat : ( lidiniha ) dari Agamanya
Tentunya nich kita sebagai orang islam juga harus memilih calon dari ummat islam pula……..
Jangan hanya karena kecantikannya, kekayanya, dan keturunannya kita terlena hingga lupa akan kewajiban untuk menikah dengan sesama muslim. Jadi yang terakhir ini nich yang dapat kita jadikan pedoman or diprioritaskan. Karena kecantikan atau ketampanan bisa memudar ketika usia mulai menua, kekayaan bisa habis, jabatan atau nasab bisa terlepas dan bisa menjadi tercela.
Tapi kalau Agamanya yang kuat dan bagus InsyAllah akan kekal hingga akhir nanti. Okay understaind………

Ditulis sekitar satu minggu yang lalu · Komentari · SukaTidak Suka
Nurchaeriyah Mc, Lisya Rahma, Iskandar Zulkarnain dan 8 lainnya menyukai ini.

Rahmatul Ulya
good boys...
27 April jam 20:37 ·

Rahmatul Ulya
eh diralat yg kedua ki limaliha,bukan lidiniha.....
lidiniha ada dua je...
ke-2 dan ke-4.ok??salah ketik yo??
27 April jam 20:40 ·

Rahmatul Ulya
eh diralat yg kedua ki limaliha,bukan lidiniha.....
lidiniha ada dua je...
ke-2 dan ke-4.ok??salah ketik yo??
27 April jam 20:44 ·

Iskandar Zulkarnain
thnks brother, insyah Allah ged walimah
27 April jam 21:21 ·

Iim Arrosyid
sip mat, thanks
28 April jam 14:11 ·

Iim Arrosyid
jempol manis dari teman semua, mempererat tali persaudaraan........
28 April jam 14:12 ·

Muhammad Faqih Al-Karimy
Sebelumya ma'af...

Terlalu ironis seandainya kita mengartikan ke empat kriteria yang disarankan Rasul SAW di atas,seperti di bawah ini:
- Lidiniha (agamanya bagus)
- Linasabiha (keturunan orang ternama)... Lihat Selengkapnya
- Limaliha (anak orang kaya)
- Lijamaliha (paras yang rupawan)

Bagaimana jika kita lebih berpikir ke depan dalam menafsirinya?
Misalnya,
- Lidiniha sebagai pasangan hidup yang kelak berkenan diajak berjuang mengibarkan bendera tauhid
- Linasabiha sebagai pendamping yang mempunyai kasih sayang tingkat tinggi.Sehingga dari rahimnya lahir generasi-generasi yang mumpuni
- Limaliha sebagai wanita yang mempunyai etos kerja tinggi,tanpa mengesampingkan semangat dalam beribadah
- Lijamaliha sebagai orang yang "resikan",pandai merawat tubuh dari berbagai kotoran?

Bukankah secara logika itu lebih mengena?

Dan bukankah "Wa ma yanthiqu 'an al-hawa in huwa illa wahyun yuha" ??

Waffaqana Allah ila Thariq Al-qawim...
28 April jam 18:27 melalui Facebook Seluler ·

Nurchaeriyah Mc
Smg Allah kasih km wanita Sholihah.amin.
28 April jam 20:28 melalui Facebook Seluler ·

Iim Arrosyid
terima kasih akhi M. Faqih
nah kan dalam catatan, ana mencantumkan juga pengertian n' juga penjabaran, mungkin akhi tidak sepenuhnya membacanya, afwan ya akhi..........
30 April jam 10:00 ·

Iim Arrosyid
Aamiin smg dikabulkan ya akhi Nurchaeriyah
30 April jam 10:01 ·